Puisi

"Poetry has a Soul"

Saturday, February 14, 2009

Mama sayang

Bagi dunia mama adalah satu dari sekian banyaknya
Tapi bagi kami mama adalah seluruh dunia....

Mama sayang,

Rasanya Itin masih gak percaya dengan kepergian mama.
Pedihnya hati ini tidak dapat di ceritakan dengan kata-kata. Sakitnya hati ini tidak bisa terhiburkan dengan apapun...

Itin rindu sekali sama mama,
Rindu belaian tangan mama,
Rindu pelukan mama,
Rindu kalimat-kalimat yang selalu mama berikan dikala Itin merasa resah dan bimbang.
Apakah Itin bisa melalui hidup ini tanpa mama? Itin gak tahu, gak mau dan belum mau berpikir sampai kesana. Terkadang Itin alami hidup ini begitu kosong, tapi setelah mama pergi rasanya hidup, hati dan dunia Itin benar-benar kosong sekarang....

Mama tersayang, banyak sekali yang ingin Itin tanyakan tentang hidup ini, tetapi Itin sering berpikir masih selalu ada waktu dan banyak waktu. Mama yang tegar, mama yang tidak pernah sakit, mama yang selalu mengetahui jawaban2 dari begitu banyak pertanyaan....

Itin tahu mama sudah tenang di sisi Tuhan. Begitu besar perjuangan mama selalu untuk kami dan untuk orang lain yang butuh pertolongan mama. Kini memang harus kami relakan mama di bahagiakan oleh Tuhan sebab hidup mama adalah selalu memberi. Memberi kasih sayang, cinta, kepercayan dan pengorbanan....

Materi dan kekayaan hidup yang bisa kita miliki dan raih di dunia ini tidak pernah mama pentingkan sebab itu semua bukan milik kita sendiri. Mama yang selalu bilang, janganlah memperbandingkan diri dengan orang lain, itu hanya bisa memberikan iri hati dan kesombongan. Sebab akan selalu ada orang yang lebih besar dan lebih kecil dari diri kita sendiri. Kita semua ciptaan Tuhan biarpun kamu berkulit putih, hitam atau kuning dan berkebangsaan apapun, semuanya sama di mata Tuhan...

Mama tersayang, terimakasih untuk semuanya.....
Terutama terimakasih atas memberi kepercayaan bahwa "Tuhan itu ada"
Maafkan cita-cita yang tidak tercapai untuk dapat membahagiakan mama di masa tua.....

Di waktu kami mengantar mama ke tempat terakhir cuaca mendung saja. Itin sempat memohon, Tuhan jika engkau benar-benar ada ingin Itin melihat sinar matahari hanya untuk mama saja. Keajaibanmu begitu besar....
Di sore harinya sinar matahari menyinari rumah mama. Ruang tamu, dapur dan kami semua bisa menyaksikan dan merasakan kehangatan sinar besar itu.....

Itin







Labels: ,

2 Comments:

Anonymous eggy said...

kerenn bgt tin ...

8:03 PM  
Anonymous david abbas said...

bagus,, so touching,,

8:02 PM  

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home



BLOG MAHASISWA & MASYARAKAT INDONESIA DI INDIA

Abdullah Elwazeen   • A Fatih Syuhud   • Ahmad Qisai    • Aila El Edroos   • Dudi Rahman   • Fadlan Achadan   • Irwansyah Yahya   • Julkifli Marbun   • Khairurrazi    • Lily Mumbai   • Lisa Cochin   • Lukman Nul Hakim   • Mario   • Muhammad Ikhsan    • Mukhlis Zamzami Chaniago   • Nasha Nadeera Cochin   • Purwarno Hadinata   • Putu Widyastuti Rudolf   • Rini Ekayati   • Rizqon Khamami   • Saifullah Hayati Nur   • Tasar Karimuddin   • Tylla Subijantoro   • Uci Mumbai   • YASER AMRI   • Yunita Ramadhana   • Zamhasari Jamil   • Zulfitri   • zulfikar karimuddin  
Links:

Bengkel Puisi  

Blog Directory Indonesia:

angkringan.or.id - Komunitas Weblog Jogjakarta   •Bandung Blog Village. Weblog Community   • Blogbugs   •Blogger Family   •Blog Indonesia   •Bloggerian   •blogzone   • cangkrukan community   •id-GMail   •indodigest   •Indonesian Muslim Blogger   •Kaskus   •Komunitas Blogger Malang   •Merdeka   • PLANET TERASI    •weblogs.or.id  

Powered by Blogger